Tags

, ,

Beberapa waktu lalu, kami sangat kesulitan mendapatkan orang yang bisa bantu-bantu di rumah. Maklumlah, dengan dua putra yang lagi hebat-hebatnya, isteri di rumah sangat kewalahan  jika harus mengerjakan seluruh pekerjaan seorang diri. Jadilah kami ‘anak tinggal’ hunter. Nanya teman-teman, tetangga kanan kiri, siapa tau ada kenalan atau kenalannya kenalan yang bisa direkomendasikan.

Oh iya… di Kendari, orang yang bertugas bantu-bantu pekerjaan rumah sering disebut sebagai  ‘Anak Tinggal’. Pekerjaannya sama saja dengan Pembantu Rumah Tangga pada umumnya: bersih-bersih rumah, cuci a-z, bantu masak, dll (dll-nya nih yang unlimited🙂). Dengan volume kerja seperti itu, rata-rata jasa seorang anak tinggal diganjar sebesar Rp. 350.000-Rp.400.000,-. Masih murah yah? Harga Kendari gitu lho…..

Mencari anak tinggal di Kendari lumayan susah apalagi buat orang pendatang yang belum punya kenalan orang setempat. Mesti bersabar dan terus bersabar sambil menyebar permintaan tolong untuk dibantu sama orang lain, siapa tau saja ada yang tiba-tiba kasih berita gembira.

Para pengusaha pun nampaknya belum tertarik  untuk membuka biro ‘penyalur  anak tinggal’ padahal menurut saya, pasarnya sangat menjanjikan untuk dimasuki.  Saya yakin, orang akan rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk bisa segera mendapatkan anak tinggal yang ‘well educated’ (istilahnya benar gak ya..hihi…) yang lebih terjamin kemampuannya dalam mengurus pekerjaan rumah tangga. Ada yang tertarik….. monggo…….

Kembali ke cerita awal ya….. Alhamdulillah, setelah sekitar dua bulan tanpa khadimah, atas rekomendasi dari seorang teman, akhirnya kami dapat anggota keluarga baru, masih berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta di Kendari. Diterima dengan permintaan: pagi sampai siang diberi waktu untuk berkuliah. No problem kata istri. Jadilah dia menjadi anak tinggal di rumah kami.

Tetapi, tidak sampai seminggu, anaknya sudah tidak sanggup lagi menjalani dua profesi berbeda, alasannya lagi banyak tugas dan kegiatan kampus yang harus diikuti. Dengan baik-baik dia minta izin keluar dan berjanji mencari penggantinya sebagai anak tinggal.

Janjinya ternyata ditepati, tidak lama kemudian dia membawa anak tinggal baru buat kami. Lulusan SMA dan mau kerja karena pengen nabung buat kuliah. Tentu kami terima dengan senang hati. Anaknya baik, bisa cepat akrab dengan jagoan-jagoan kami. Si Sulung bahkan sudah fasih manggil namanya.

Tapi, itu hanya dua berjalan dua bulan…, dia sempat ikut test pegawai honor di sekolah di daerahnya dan –alhamdulillah- lulus.

Kembalilah kami tanpa anak tinggal….

Dan…. Perburuan anak tinggalpun  kembali dimulai….

Syukurnya, kali ini tidak perlu menunggu lama, kami dapat yang baru lagi: lulusan SMP dan mau kerja untuk mengisi waktu yang biasanya hanya dihabiskan begitu saja. Kalo yang ini, baru berjalan beberapa hari….semoga saja anaknya baik dan betah bekerja…. amin…:-)