Sahabat seiman, hadirnya pagi memberikan harapan, duhai betapa rindunya hati akan sentuhan, andai ia dapat meneguk manisnya iman, terpesona akan indahnya Islam.. dengarlah Sahabat Firman Allah SWT mengetuk pintunya, sudikah kita membukakan pintu, menyambut hangat kedatangannya, artinya:

“Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari kamu dan kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” mereka menjawab: “Kami mendengar tetapi tidak mentaati”. dan Telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi Karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang Telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).” (Q.S. Al Baqoroh: 93)

Satu lagi karakter Bani Israil mengundang laknat, yaitu mencampur iman dengan kekufuran, logika mana yang dapat menerima, bila iman tercampur menyembah anak sapi, membunuh nabi-nabi, dan melanggar janji..? lihatlah bagaimana bila Tuhan selain Allah telah meresap ke dalam hati, kejahatan mana yang tak dapat ia lakukan? Tetapi Betapapun ia memploklamirkan keimanan, sesungguhnya siapapun dapat membedakan antara iman dan kekufuran, antara kejujuran dan kedustaan..

Sahabat seiman, hati-hatilah.., mungkin ada jejak langkah mereka yang terikuti, bila dahulu anak sapi yang disembah mungkinkah kini berhala yang berbentuk harta, wanita dan tahta yang menempati kedudukan Tuhan.., bila dahulu para Nabi yang dibunuh, bilakah kini ajarannya, pengikut dan pencintanya yang dikhianati, bila dahulu Taurat yang mereka langgar, barangkali sekarang Al Quran yang dihinakan.. (Wal ‘iyaadzu billah)

Sahabat seiman, hadirkan ingatan kepada Allah, syurga, dan ridho-Nya agar ia selalu menjadi tujuan.. kenang lagi keindahan dan kemuliaan serta kesuksesan Nabi SAW agar Ia selalu menjadi Panutan, dan buka kembali lembaran Al Quran agar isinya senantiasa menjadi tuntunan.. Selamat beraktifitas! (SaiBah/forsimpta)

Dikopi dari :

http://www.mtt.or.id/embun-pagi-ketika-kufur-merasuk-ke-dalam-hati/