Sahabat seiman..,
Lihatlah hamburan rahmat bercurah deras, cucuran nikmat berhampar luas.. sungguh tak ada cinta yang kita dapat sebesar perhatian-Nya, sungguh tak ada kekasih yang lebih besar memberi kasih sayangnya daripada kasih sayang-Nya. Sudahkah hati tersentuh puas dengan dzikir, dan tilawah?

Sahabat seiman,
Bilakah hati dimanjakan dengan dunia, maka lihatlah bagaimana kefitrahannya? Bilakah tubuh dibuai kesenangannya, perhatikankah bagaimana kekuatannya akan melemah?. Umar pernah menangis tatkala melihat Nabi tidur beralas tikar kasar menggores bekas di tubuh, dia teringat Kaisar Romawi dan Persia yang terlelap berselimutkan sutra beralaskan permadani yang empuk. Maka dengan tegar dan lantang Rosulullah Saw berkata: apakah Engkau ragu wahai Umar? Tidakkah Engkau rela akhirat menjadi milik kita dan mereka hanya memiliki dunia?

Sahabat seiman,
Ungkapan yang tegas dan semangat itu bukan keluar dari orang yang malas menjalankan tugas, bukan juga dari orang yang berputus asa mendapatkan dunia. Tetapi dari seseorang yang dapat menggenggam dunia tapi juga mampu menaklukan tarikannya. Ia berasal dari seseorang yang hatinya sangat tertarik dengan harta, wanita dan tahta tetapi mampu memelihara kefitrahan hatinya untuk tetap mengenal bahwa Allah Swt terbaik dari segala-galanya

Sahabat seiman,
Kurangkah jatah dunia yang Allah Swt berikan kepada kita? kenapa harus serakah dengan mengambil yang haram juga? Ragukah kita akan jatah rezeki kita? kenapa harus gundah dengan yang halal saja? lemahkah kita dalam mentaati-Nya? ketahuilah, kenikmatannya jauh lebih memuaskan daripada buai dunia. Selamat beraktifitas! (SaiBah/Forsimpta)

http://www.mtt.or.id/embun-pagi-menggenggam-dunia/