Sahabat seiman..,
Satu lagi lembaran baru perjalanan hidup kita buka, boleh jadi kita mengira bertambah usia namun sesungguhnya jatah hidup terkurang, bahkan bisa jadi tak banyak lagi yang tersisa. Terkadang terkumpul asa namun sering kita lupa barangkali tintanya sebentar lagi mengering. Namun sudikah kita kenang lembaran-lembaran sebelumnya, agar aib itu tertutupi, kesalahan terbaiki, dan lembar berikutnya menjadi lebih indah..

Sahabat seiman..,
Kulihat banyak orang yang terluap kesenangan, terhanyut kelezatan. Meski ambisi dan kerakusan tak pernah usang, namun perjalanan waktu mengingatkan bahwa dunia bukan akhir perjalanan dan puncak kesenangan. Bukankah setiap kita tak sudi kesenangannya berakhir? Seharusnya ketamakan orang yang beriman melahirkan amal shaleh yang gemilang, biarlah semua kan tersempurnakan di syurga harapan..

Sahabat seiman..,
Sementara lihatlah disana banyak yang menjerit terhimpit sulit, merintih tertindih perih, lantaran derita yang datang silih berganti, seakan menghapus senyum seolah memupus bahagia. Bukankah setiap kita merindukan berakhirnya derita? Semestinya laju waktu dunia membuka lebar senyum kita, merekah hati yang duka, sebab kerinduannya terobati semakin dekatnya akhir derita, dan betapa dekatnya pertolongan Allah SWT tiba..

Sahabat seiman..,
Betapa cerahnya hidup dengan iman, berkurangnya bahagia tak menjadikan derita, bertambahnya derita semakin mengundang bahagia. Seharusnya Iman bukan sekedar menuntun kita mengingat kematian tapi juga menghisab persiapan.. bersyukurlah apapun keadaannya, karena masa depan bahagia milik orang yang beriman dan beramall shaleh, selamat beraktifitas!
Inspirasi Q.S. Ali Imran: 179

Dikopi dari : http://www.mtt.or.id/embun-pagi-memenej-bahagia-dan-derita/